Senin, 12 Desember 2016

Cara Sukses Memanfaatkan Influencers dalam Kampanye Pemasaran

Cara Sukses Memanfaatkan Influencers dalam Kampanye Pemasaran
SAAT ini, influencers merupakan salah satu medium terpopuler di dalam industri periklanan. Data terkini dari YouTube pun menunjukkan bahwa saat ini Indonesia adalah negara dengan pertumbuhan konten influencers tercepat. Konten yang unik dan besarnya jumlah pengikut membuat mereka menarik di mata brand dan pengiklan. Namun, bagaimanakah kita memaksimalkan kampanye influencers? Berikut adalah 5 tips yang bisa membantu Anda untuk merencanakan dan mengeksekusi kampanye influencers yang sukses.

#1: Vlog, Instagram story, atau foto OOTD? Pahami dengan jela siapa yang Anda ingin kandari mereka

Sebelum Anda menghubungi manager para influencers, pastikan Anda telah memiliki gambaran jelas tentang hal apa yang Anda inginkan dari mereka. Lihat kembali tujuan kampanye Anda, apakah untuk membantu peluncuran produk baru, mengubah perilaku, atau meningkatkan frekuensi penggunaan produk? Hal ini dapat membantu Anda menentukan apa peran influencers di dalam kampanye. Sebagai contoh, untuk mendukung peluncuran produk skincare, kami bekerjasama dengan beauty influencers untuk memperkenalkan produk melalui review produk yang menarik. Sementara itu, untuk mendukung sebuah kampanye tematik, kami bekerjasama dengan influencers untuk meng-cover jingle ikonik dari brand tersebut.

#2: Pilih Influencers yang tepat sesuai tujuan Anda

Jangan terpaku pada jumlah pengikut. Saat ini, di antara sekian banyak selebriti Instagram, Anda mungkin berpikir cara termudah adalah memilih mereka yang memiliki jumlah pengikut terbanyak. Bagaimana pun juga, perlu diperhatikan, angka pengikut yang besar tak selamanya dapat menjamin tinggi nya partisipasi khalayak. Dalam kampanye yang telah dilakukan oleh OMD, terbukti bahwa influencers dengan jumlah pengikut moderat mampu memperoleh lebih banyak perhatian dari para pengikutnya. Hal ini pada akhirnya mengarah pada lebihtingginya angka partisipasi (engagement). Lebih lanjut, melibatkan influencers yang relevan dengan brand akan memberi dampak positif pada angka engagement. Saat OMD bekerjasama dengan salah satu selebriti YouTube untuk sebuah brand, video yang kami sponsori mampu meraih angka penonton yang lebih besar dibanding video organik mereka (Ya, video bersponsor juga bisa memperoleh jumlah penonton lebih besar dibanding video organik!).

Lebihlanjut, Anda tak perlu terpaku untuk menciptakan konten yang terlalu rumit dan kompleks. Konten yang sederhana sering kali menujukkan hasil yang lebih baik dan mampu mendorong jumlah engagement yang lebih tinggi untuk produk Anda. Berdasarkan data dari ratusan video, kami melihat bahwa tidak ada korelasi antara, contohnya, popularitas influencers dan tingginya kualitas produksi dengan tingginya kenaikan jumlah engagement atau click through rates.

#3: Hindari tren sesaat

Beberapa tahun yang lalu, banyak brand berkeinginan untuk menciptakan video viral dengan jumlah konten yang sedikit. Mereka menciptakan satu video bersama satu influencers dengan jumlah pengikut terbesar. Namun, sejarah membuktikan bahwa pendekatan seperti ini tak menjamin besarnya jangkauan yang mampu diraih. Mereka yang terkenal dalam arus tren sesaat perlahan memudar dan terlupakan seiring waktu, menyebabkan kampanye yang tak terlalu sukses.

Kuncinya terletak pada konsistensi. Ketika bekerjasama dengan influencers yang mampu meningkatkan asosiasi brand terhadap passion point tertentu, tak cukup jika kita hanya mengandalkan satu video. Penggunaan beragam konten dari beberapa influencers dapat membantu memenuhi indikator keberhasilan. Pendekatan ini juga dapat meningkatkan ketertarikan pengikut influencers untuk melihat dan memahami pesan dari brand.

Dalam rangka memenuhi tujuan dan meningkatkan integrasi kampanye, kunci lainnya adalah pendekatan organik yang melibatkan beberapa influencers dari level yang berbeda-beda. Hal ini memungkinkan brand untuk menggunakan sebanyak mungkin channel, dari video blog personal berskala kecil hingga beauty influencers top berskala besar.

Pertimbangkanlah untuk memiliki beragam konten dari beberapa influencers berbeda dan hindari untuk terikat pada satu influencer tunggal untuk menyokong kampanye Anda.

#4: Percayakan konten pada ahlinya

Influencers memiliki pengikut yang besar karena mereka memiliki konten kreatif dan gaya uniknya masing-masing. Menargetkan kelompok pengikut yang sesuai dengan brand Anda, dibanding fokus sepenuhnya pada gaya kreatif influencers, adalah kunci utama untuk memaksimalkan kampanye influencers. Berikan kesempatan pada influencers untuk menjadi pengarah kreatif untuk video mereka sendiri. Pada akhirnya, merekalah yang paling memahami dan mengetahui cara terbaik untuk menyampaikan pesan pada pengikutnya.

Untuk kolaborasi yang sukses, penting pula untuk menyatukan tujuan brand, visi influencers, dan ekspektasi pengikutnya. Jika elemen tersebut tidak dipetimbangkan dan brand memaksa untuk mengarahkan konten, performa kampanye pun menjadi taruhannya. Pengikut influencers sensitif terhadap intervensi dan dapat dengan mudah menyadari ketika brand terlalu memaksakan konten influencers.

#5 Mengukur Performa Kampanye

Terkadang sulit untuk menentukan angka return of investment (ROI) dari sebuah kampanye influencers. Namun, kita dapat mengukur performa influencers dengan mementukan performa indikator tertentu dalam masa perencanaan, di antaranya melalui penentuan estimasi jumlah impressions, reach, dan engagement rate. Tambahkan skrip tertentu dalam tautan menuju laman tujuan yang Anda gunakan khusus untuk kampanye influencers. Cara lainnya adalah mengaplikasikan sebuah kode diskon unik untuk mengikuti jejak penjualan produk dari kampanye influencers. Sekarang, bukan lagi hal mustahil untuk sukses menciptakan konten yang disukai pengikut sekaligus memberi dampak positif pada performa kampanye Anda!

Previous
Next Post »